Sabtu, 14 Juli 2012

Laporan Praktikun Genetika -Imitasi Perbandingan Genetis


LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
IMITASI PERBANDINGAN GENETIS


Nama      : Ria Agustina
NIM       : 11017006
Prodi      : Biologi Industri
Assisten   : Siti Mardiyah S.Pd

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA
                        2012





A.Tujuan
        Adapun tujuan pada praktikum ini adalah :
1.    Mendapatkan gambaran tentang kemungkinan gen-gen yang di bawa oleh gamet-gametakan bertemu secara acak (random).
2.   Melakukan pengujian lewat tes “Chi-square” untuk mengetahui apakah hasil yang di dapat bisa di anggap baik ataukah tidak.

B.Dasar Teori
        Teori pertama tentang pewarisan sifat yang dapat di terima kebenarannya di temukan oleh Gregor Mendel pada tahun 1865.Dalam percobaannya,Mendel memilih tanaman yang memiliki sifat biologis yang mudah di amati.Mendel mempelajari beberapa pasang sifat pada tanaman kapri di mulai monohibrid,sampai pada polihibrid.Hasil penyilangan pada satu sifat beda pada generasi pertamanya tidak menunjukkan campuran dari sifat induknya.Sementara pada generasi berikutnya sifat yang muncul pada generasi pertama akan muncul ¾ bagian.Sedangkan sifat induknya yang tidak muncul pada generasi pertamanya akan muncul pada generasi kedua sebesar ¼ bagian.Sehingga rasio nya 3: 1. (Nugroho dan Sumardi ,2004)
        Sifat keturunan yang di amati/lihat (warna,bentuk,dan ukuran) dinamakan fenotip.Sifat dasar yang tak tampak dan tetap (tidak berubah-ubah karena lingkungan) pada individu dinamakan genotip.(Suryo,2004)
        Sejauh ini,kita menggunakan contoh-contoh dominansi dan resesip yang sempurna saja,dimana individual heterozigot secara fenotipis tidak bisa di bedakan dari individu homozigot dominan.Nyatanya,banyak alela yang terdapat pada tanaman dan hewan yang tidak mengikuti sistem ini.Misalnya pada bunga pukul empat, Mirabilis  jalapa , jika tanaman ini homozigotik dengan bunga putih di silangkan dengan tanaman homozigotik bunga merah,maka keturunannya (yang heterozigotik) memproduksi bunga merah muda.Dan jika tanaman F1 ini di persilangkan,akan di produksi tanaman-tanaman F2 dalam rasio 1:2:1.Fenomena ini di sebut dominansi tidak sempurna. (Pai ,1992)
        Untuk beberapa gen terdapat dominanasi tak sempurna ,dimana dihibrid F1 mempunyai penampakan  yang berada di antara fenotip kedua varietas induknya.Ketika alel dominan hadir bersama-sama dengan alel resesip di dalam satu genotip yang heterozigot,alel-alel tersebut sesungguhnya sama sekali tidak berinteraksi satu sama lain.Dominansi dan keresesipan ini  baru hadir dalam jalur dari genotip ke fenotip.(Campbell dkk,2002)
        Beberapa kesimpulan penting dapat diambil dari perkawinan dua individu dengan satu sifat beda,yaitu :
1.    Semua individu F1 seragam.
2.   Jika dominansi nampak sepenuhnya,maka individu F1 memiliki fenotip spt induknya yang dominan.
3.   Pada waktu individu F1 yang heterozigotik itu membentuk gamet-gamet,maka terjadilah pemisahan alel,sehingga gamet hanya memiliki satu alel saja.
4.   Jika dominansi nampak sepenuhnnya,maka perkawinan monohibrid (Tt >< Tt) menghasilkan keturunan yang memperlihatkan perbandingan fenotip 3:1 (ysitu ¾ tinggi : ¼ kerdil),tetapi memperlihatkan perbandingan genotip 1:2 :1 (yaitu ¼ TT : 2/4 Tt : ¼ tt). (Suryo,2004)

Hukum mendel I atau hukum segregasi yang berbunyi “pasangan alel akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan masing –masing gamet akan bertemu secara random (acak) pada sat pembuahan.Alel dominan di simbolkan dengan huruf kecil. (Nugroho dan sumardi,2004)
Hasil penelitian denga d ua sifat beda menunjukkan kombinasi 9:3:3:1.Hal ini menunjukkan bahwa antara alel satu dengan alel yang lain tidak saling mempengaruhi.Keadaan ini sering di sebut dengan hukum Mendel II atau hukum pengelompokkan secara bebas. (Nugroho dan sumardi,2004)
Formulasi hukum Mendel II ,yaitu hukum pilihan acak yang
menyatakan bahwa gen-gen yang menetukan sifat-sifat yang satu dengan yang lain dan sebab itu akan timbul lagi pilihan acak pada keturunnnya. (Pai,1992)
Apabila domonansi nampak penuh ,maka perkawinan dihibrid menghasilka keturunan dengan perbandingan fenotip 9:3:3:1.Pada semidominansi (artinya domonansi tidak tampak penuh,sehingga ada sifat intermedier) maka hasil perkawinan monohibrid menghasikan keturunan dengan perbandingan 1:2:1.Tentunya mudah di mengerti bahwa pada semidominansi,perkawinan dihibrid akan mengahsilkan keturunan dengan perbandingan 1:2:1:2:4:2:1:2:1. (Suryo,2004)
Dalam suatu percobaan jarang di temukan hasil yang tepat betul,karena selalu saja ada penyimpangan.Yang menjadi masalah ialah berapa banyak penyimpangan yang masih bisa kita terima.Menurut perhitungan para ahli statistik tingkat kepercayaan itu adalah 5% yang masih di anggap batas normal penyimpangan.Untuk percobaaan genetika sederhana biasanya di lakukan analisis Chi-square. (Nio,Tjan kwiau,1990)
Chi kuadrat adalah uji nyata apakah data yang di peroleh benar menyimpang dari nisbah yang di harapkan,tidak secara betul.Perbandingan yang di harapkan berdasarkan pemisahan hipotesis berdasarkan pemisahan alel secara bebas. (Kusdianti. L,1986).
Perlu di adakan evaluasi terhadap kebenaran atau tidaknya hasil percobaan yang kita lakukan di bandingkan dengan keadaan secara teoritis.suatu cara untuk mengadakan evaluasi itu adalah melakukan test “chi-squre”.Di nyatakan dengan rumus :
X = Sigma (xKuadrat/e)
e = hasil yang di ramal/di harapkan (inggrisnya “expected”)
d = deviasi / penyimpangan (inggrisnya “observed”) dan hasil yang diramal.
( Suryo,2004)
Dalam perhitungan nanti,harus di perhatikan pula besarnya derajat kebebasan (bahasa inggrisnya : degree of freedom),yang nilainya sama dengan jumlah kelas fenotip di kurangi dengan satu.Dalam tabel,makin kekanan nilai kemumgkinan itu makin menjauhi nilai 1,yang berarti bahwa data hasil percobaan yang di peroleh itu tidak baik.Makin kekiri nilai kemungkinan makin mendekati 1 (100%),yang berarti bahwa data percobaan yang di peroleh adalah baik.Apabila nilai x2 yang di dapat dari perhitungan terletak di bawah kolom nilai kemungkinan 0,05 atau kurang (0,1 atau 0,01) itu berarti bahwa faktor kebetulan hanya berpengaruh sebanyak 5% atu kurang,sehingga data percobaan yang di dapat di nyatakan buruk.Apabila nilai x2 yang di dapat dari perhitungan letaknya di dalam kolom kemungkinan 0,01 atau ahkan 0,001 itu berarti bahwa data yang di peroleh pada percobaan itu sangat buruk. (Suryo,2004)
Frekuensi gen merupakan pernyataan matematis suatu gen yang tersebar dalam suatu populasi yang bereproduksi secara seksual.Bagi suatu lokus genetik yang memiliki produk gen lebih dari 1 atau bersifat alelik,maka frekuensi gen terrsebut juga frekuensi alel dari lokus tersebut.Dalam hal ini perlu di perhatikan bahwa untuk menghitung frekuensi suatu gen atau frekuensi alel perlu di ketahui dulu sebaran genotip dalam populasi yang di periksa. (Sofro, A.S ,1992)

C.     Alat dan Bahan
ü Alat :
1.    Kantong yang sebaiknya dari kain supaya tidak mudah sobek,lagipula isinya tidak dapat di lihat dari luar.
ü Bahan :
1.    Kancing/bola kecil terbuat dari plastik yang ukurannya sama tetapi warna berlainan (misalnya,ada yang berwana merah dan ada yang putih)
2.   Kancing yang ukurannya sama tetapi warna berlainan dan 2 kancing beda warna yang di satukan.(Misal merah dengan biru atau putih dengan abu-abu)

D. Cara Kerja
 Cara kerja sesuai dengan buku petunjuk Praktikum.

E. Hasil Percobaan

1.      Ada dominansi Penuh (hasil Perorangan )
        Tabel monohibrid dominansi penuh (3:1)


Pengambilan ke-
RR (merah )
Rr (merah)
rr (putih)
1


ü  
2

ü  

3

ü  

4


ü  
5

ü  

6
ü  


7
ü  


8
ü  


9

ü  

10

ü  

11

ü  

12

ü  

Jumlah
3
7
2

Perhitungan “chi-square test”

Merah
Putih
Jumlah
O
10
2
12
E
9
3
12
d
1
1
0
(d-1/2)
1/2
1/2
-
(d-1/2)2
1/4
1/4
-
X2
¼ :9 =0,028
¼ :3 =0,083
0,111

X2 = 0,028 + 0,083 = 0,111
DK = 2-1 =1
K(1) = antara 0,70 dan 0,90
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi tidak berarti dan percobaan di anggap baik atau benar.Semakin ke kiri,hasilnya semakin baik.

2.Dominansi tidak Penuh (hasil perorangan)
        Tabel monohibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1)

Pengambilan ke-
RR (merah )
Rr (merahmuda)
rr (putih)
1

ü  

2


ü  
3


ü  
4

ü  

5
ü  


6

ü  

7

ü  

8

ü  

9
ü  


10


ü  
11
ü  


12

ü  

Jumlah
3
6
3
Perhitungan “chi-square test”

Merah
Merahmuda
Putih
Jumlah
O
3
6
3
12
E
3
6
3
12
d
0
0
0


  d2
0
0
0

  x2
0
0
0
0

X2 = 0 + 0 +0 = 0
DK = 3-1 =2
K(2) = antara 0,70 dan 0,90
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di paling kiri 0,05 maka deviasi sama sekali tidak berarti dan percobaan sangat sempurna.

3.Dominansi Penuh (monohibrid) Hasil kelas
Tabel monohibrid dominansi  penuh (3:1)
No
Nama
RR (merah )
Rr (merah)
rr (putih)
1
Aziz Hidayat
2
6
4
2
Rufina Udin
5
1
6
3
Kiki Setia .U
5
5
2
4
Azizah Dwi.K
3
7
2
5
Ulfah .R
3
7
2
6
Warraihan
2
8
2
7
Ria Agustina
3
7
2
8
Nike Tia.S
2
6
4
9
Annisa .R
4
5
3
10
Ema Lusiana
4
4
4

Jumlah
33
56
31


Perhitungan “chi-square test”

Merah
Putih
Jumlah
O
89
31
120
E
90
30
120
d
1
1
0
(d-1/2)
½
1/2
-
(d-1/2)2
¼
1/4
-
X2
¼ :90 =0,002
¼ :30 =0,008
0,001

X2 = 0,002 + 0,008 = 0,001
DK = 2-1 =1
K(1) = antara 0,90 dan 0,99
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di paling kiri 0,05 maka deviasi sama sekali tidak berarti dan percobaan di anggap sangat baik.

4.Dominansi tidak Penuh Monohibrid (hasil kelas)
       


Tabel monohibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1)
No
Nama
RR (merah )
Rr (merahmuda)
rr (putih)
1
Aziz Hidayat
1
6
5
2
Rufina Udin
4
7
1
3
Kiki Setia .U
5
6
1
4
Azizah Dwi.K
4
4
4
5
Ulfah .R
4
7
1
6
Warraihan
4
5
3
7
Ria Agustina
3
6
3
8
Nike Tia.S
2
5
5
9
Annisa .R
4
4
4
10
Ema Lusiana
2
6
4

Jumlah
33
56
31

Perhitungan “chi-square test”

Merah
Merahmuda
Putih
Jumlah
O
33
56
31
120
E
30
60
30
120
d
3
4
1


  d2
9
16
1

  x2
9/30= 0,3
16/60 = 0,267
1/30= 0,033
0,60

X2 = 0,60
DK = 3-1 =2
K(2) = antara 0,70 dan 0,90
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di paling kiri 0,05 maka deviasi sama sekali tidak berarti dan percobaan  sempurna.

5.Dihibrid Dominansi Penuh ( Hasil Perorangan )
        Tabel Dihibrid dominansi  penuh (9:3:3:1)
Pengambilan ke-
R-B-(merah biru )
R-bb (merah abu2)
rrB- (putih biru)
Rrbb (putih abu2)
1
ü  



2
ü  



3
ü  



4


ü  

5


ü  

6


ü  

7
ü  



8
ü  



9


ü  

10
ü  



11
ü  



12
ü  



13

ü  


14


ü  

15

ü  


16
ü  




Jumlah
9
2
5

Perhitungan “chi-square test”

Merah-bulat
Merah-oval
Putih-bulat
Putih-oval
Jumlah
O
9
2
5
0
16
E
9
3
3
1
16
d
0
1
2
1


  d2
0
1
4
1


  x2
0
1/3 = 0,33
4/3= 1,33
1/1=1
2,66

X2 = 2,66
DK =4-1 =3
K(3) = antara 0,30 dan 0,50
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi tidak berarti dan percobaan  di anggap baik.

6.Dihibrid Dominansi Tidak Penuh ( hasil perorangan)
Tabel Dihibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1:2:4:2:1:2:1)
Pengambilan ke-
RRBB
RRBb
RRbb
RrBB
RrBb
Rrbb
rrBB
rrBb
rrbb
1




ü  




2
ü  








3







ü  


4





ü  




5




ü  





6





ü  




7



ü  






8




ü  





9



ü  






10





ü  




11




ü  





12



ü  






13




ü  





14




ü  





15








ü  

16


ü  








Jumlah
1
0
1
3
6
3
0

1
1
















Perhitungan “chi-square test”


Merah-bulat
Merah-agak bulat
Merah-oval
Merah muda-bulat
M.muda,
agkBulat
M.muda-oval
Putih-bulat
Putih-agkBulat
Putih-oval
Jumlah
O
1
0
1
3
6
3
2
0
1
1
16
E
1
2
1
2
4
d
0
2
0
1

2
1
1
1
0

d2
0
4
0
1
4

1
1
1
0

x2
0
4/2= 2
0
1/2=
0,5
4/4=
1
½=0,5
1/1=1
½=0,5
0
X2=5,5

X2 = 5,5
DK =9-1 =8
K(8) = antara 0,50 dan 0,70
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi kurang berarti dan percobaan  di anggap baik.

7.Dihibrid Dominansi Penuh (hasil kelas)
Tabel Dihibrid dominansi  penuh (9:3:3:1)

No
Nama
R-B-(merah biru )
R-bb (merah abu2)
rrB- (putih biru)
Rrbb (putih abu2)

1
Aziz Hidayat
12
3
0
1

2
Rufina Udin
5
4
2
5

3
Kiki Setia.S
9
2
5
0

4
Azizah Dwi.K
10
3
2
1

5
Ulfah .R
12
1
2
1
6
Warraihan
11
2
1
2
7
Ria Agustina
9
2
5
0
8
Nike Tia .S
10
1
4
1
9
Annisa .R
10
4
2
0
10
Ema Lusiana
12
1
3
0

Jumlah
100
23
26
11








Perhitungan “chi-square test”

R-B-
R-bb
rrB-
rrbb
Jumlah
O
100
23
26
11
160
E
90
30
30
10
160
d
10
7
4
1


  d2
100
49
16
1


  x2
100/90=
1,11
49/30 = 1,63
16/30= 0,53
1/10=0,1
3,37

X2 = 3,37
DK =4-1 =3
K(3) = antara 0,30 dan 0,50
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi tidak berarti dan percobaan  di anggap baik atau benar.
8.Dihibrid Dominansi tidak Penuh (hasil kelas)
Tabel Dihibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1:2:4:2:1:2:1)
Nama
RRBB
RRBb
RRbb
RrBB
RrBb
Rrbb
rrBB
rrBb
rrbb
Aziz Hidayat
1
4
2
1
2
4
1
1
0
Kiki Setia .U
1
6
0
1
4
1
2
1
0
Azizah Dwi.K
3
0
2
2
6
1
0
2
0

Ulfah .R
1
2
1
0
10
0
1
1
0

Warraihan
1
2
3
2
3
2
0
0
3

Ria Agustina
1
0
1
3
6
3
0
1
1

Nike Tia.s
1
3
3
1
3
2
1
1
1

Annisa  .R
0
3
4
0
5
2
0
1
1

Ema Lusiana
1
4
0
2
5
3
0
1
0

Rufina Udin
4
1
4
0
0
5
1
0
1

Jumlah
14
25
20
12
44
23
6
9
7














Perhitungan “chi-square test”


Merah-bulat
Merah-agak bulat
Merah-oval
Merah muda-bulat
M.muda,
agkBulat
M.muda-oval
Putih-bulat
Putih-agkBulat
Putih-oval
Jumlah
O
14
25
20
12
44
23

6
9
7
160
E
10
20
10
20
40
20

10
20
10
160
d
4
5
10
8

4
3
4
11
3

d2
16
25
100
64
16

9
16
121
0

x2
16/10=1,6
25/20=
1,25
100/10=10
64/20=
3,2
16/40=0,4
9/20=0,45
16/10=1,6
121/20=6,05
9/10=0,9
X2=25,45

X2 = 25,45
DK =9-1 =8
K(8) = antara 0,01 dan 0,001
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih kecil dari 0,05 atau berada di sebelah kanan 0,05 maka percobaan  di anggap sangat buruk dan data tidak bisa di percaya.

F. PEMBAHASAN

Dari percobaan test imitasi genetis yang telah dilakukan,diperoleh hasil bahwa ternyata kemungkinan atau peluang yang di miliki tiap gen itu berbeda-beda.Gambaran tentang kemungkinannya gen-gen yang di bawa oleh gamet-gamet akan bertemu secara acak (random) juga berbeda.Dalam pengamatan,tiap uji percobaan memperlihatkan hasil yang berbeda-beda.Pada percobaan yang dilakukan,pada monohibrid,hasilnya cukup baik,karena semua berada disebelah kiri dari 0,05 atau lebih besar dari 0,05.Dan sesuai dengan hukum Mendel 1.
Menurut Nugroho dan Sumardi,hukum Mendel 1 berbunyi pasangan alel akan berpisah dan bertemu secara  random pada saat pembuahan.Hal tersebut terjadi pada persilangan monohibrid dengan dua kemungkinan,yaitu dominansi penuh dan tidak penuh.Pada Dominansi penuh,akan didapat keturunan dengan rasio fenotip 3:1.Pada percobaan dengan dominansi penuh disilangkan genotip Rr yaitu merah dengan Rr yang dihasilkan 3R-: 1rr.
P.      Rr     ><      Rr
        merah       merah
F1.            RR,Rr,Rr,rr
Ket : RR (merah) 25%,Rr (merah) 50%,rr (putih) 25%
        Suryo (2004) dalam bukunya yang berjudul Genetika Strata-1 berpendapat bahwa “tes x2” di gunakan untuk melakukan pengujian apakah data percobaan itu baik atau tidak.Pada hasil perseorangan dalam percobaan,di peroleh X2 = 0,111,dimana 0,111 berada pada nilai kemungkinan antara 0,70 dan 0,90.Sehingga hasil tersebut di ketahui cukup baik.
        Semakin dekat nilai ratio kenyataaan yang di sebut o (onservation) terhadap ratio teoritis yang di sebut e (expected),semakin sempurna data yang di pakai,berarti semakin bagus pernyataan fenotipnya.Jika perbandingan antara o/e mendekati angka 1,berarti data yang di dapat semakin bagus,dan pernyataan fenotip tentang karakter yang diselidiki mendekati sempurna.Akan tetapi jika o/e menjauhi angka 1,data itu birik dan pernyataan fenotip tentang karakter yang diselidiki berarti dipengaruhi faktor lain.Dapat karena faktor lingkungan atau jumlah objek yang diamati terlalu sedikit.
        Pada persilangan monohibrid dominansi tidak penuh (percobaan perseorangan),muncul sifat intermedier,yaitu merah muda.Dengan x2=0 dengan expected 3:6:3 yang hasilnya o= 3:6:3,sehingga data percobaan sangat sempurna.
        Pada persilangan monohibrid dominansi tidak penuh (data kelas),di peroleh x2=0,60 ,yang mana kemungkinanya antara 0,70 dan 0,90.Dapat disimpulkan bahwa hasil yang di peroleh signifikan,sehingga hipotesis diterima.Nilai tersebut disebelah kiri 0,05,sehingga data percobaan tersebut baik.
        Pai ,Anna . C mengatakan bahwa gen-gen yang menentukan sifat yang berbeda akan berpisah secara bebas dan akan timbul lagi secara acak pada keturunannya.Hal tersebut terjadi pada persilangan dihibrid.Seperti halnya persilangan monohibrid,persilangan dihibrid ada yang menunjukkan dominansi penuh dan tidak penuh.Pada dominansi penuh,akan didapatkan perbandingan fenotip 9:3:3:1,sedangkan pada dominansi tidak penuh akan diperoleh perbandingan 1:2:1:2:4:2:1:2:1.
        Menurut Asworo ,Joko dan Yusa (2006),persilangan dihibrid dominansi tidak penuh dinamakan pula persilangan dihibrid intermediet.Ciri persilangan jenis ini ialah jika sifat individu hasil persilangan tidak sama dengan salah satu sifat induknya.Sebagai contoh,tanaman semangka berbiji banyak dan berasa manis (BBMM) disilangkan dengan semangka berbiji sedikit dan berasa hambar (bbmm) akan menghasilkan semangka berbiji sedang dan berasa sedang (BbMm).Sifat ini berbeda dengan induknya.
        Pada persilangan dihibrid dominansi penuh (hasil perseorangan),diperoleh x2=2,66 dan nilai K berada di antara 0,30 dan 0,50.Hal tsb menandakan percobaan dianggap baik atau benar.
        Pada persilangan dihibrid dominansi penuh (hasil kelas),diperoleh x2= 5,5 dengan nilai K antara 0,50 dan 0,70 dan persilangan dominansi penuh (hasil kelas) diperoleh x2= 3,37 dengan K antara 0,30 dan 0,50.Sehingga data percobaan dianggap baik.
        Namun,pada dihibrid dominansi tidak penuh (hasil kelas),diperoleh x2=25,45,dengan nlai K antara 0,001 dan 0,01 yang menandakan percobaan tersebut sangat buruk sebab nilai K berada di sebelah kiri 0,05.Dapat dikatakan,data percobaan tidak bisa dipercaya.
        Pada 8 tabel yang ada,terdapat 1 tabel dimana hasil x2 sangat buruk,yaitu pada persilangan dihibrid dominansi tidak penuh (hassil kelas) dan pada 7 tabel lainnya menghasilkan x2 yang baik.Dengan demikian,pada percobaan-percobaan tersebut Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II benar-benar berfungsi.
        Data yang buruk berarti pernyataan fenotip tentang karakter yang di selidiki dipengaruhi oleh suatu faktor,dapat faktor lingkungan atau jumlah objek yang diamati terlalu sedikit.

G.     KESIMPULAN
        :D

H.     Daftar Pustaka
        Berada dlm ctt pribadi penulis yahh..._^_




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar